Palembang, Minggu 08.00 wib, 13 Januari 2018,SD plus IGM menyelenggarakan dzikir bertempat di graha serbaguna indo global mandiri .Majlis Dzikir dan Syair Munajah diisi oleh Habib Gasim bin Abdullah Alkaff. Peserta majlis ini berasal dari institusi TK PG IGM, SD Plus IGM, SMP LTI IGM, SMA LTI IGM,Yayasan Indo Global Mandiri dan walisiswa.
Jumat, 12 Januari 2018
Kamis, 11 Januari 2018
Selasa, 04 Agustus 2015
Jumat, 05 Juni 2015
Puisi Cinta untukmu
Cinta Manusia
Puisi tercipta dari romantika kehidupan
dan jadi kilas balik untuk kehidupan bacalah untuk direnungkan
Ada saat saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang
Sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata, sehingga kamu memimpikan orang seperti itu
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan
Tetapi acapkali kita terpaku terutama pada pintu yang tertutup,
Sehingga tidak melihat pintu lain yang di bukakan untuk kita.
Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya.
Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu sesorang yang sangat berarti bagimu
dan mendapati pada akhirnyabahwa demikian adanya dan kamu harus melepasdkannya
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu orang yang tepat.
Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis,
mereka yang disakiti hatinya,
mereka yang mencari dan mereka yang mencoba
karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya
orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka!!!!
Cinta dimulai dengan sebuah senyuman
bertambah dengan sebuah ciuman
dan berakhir dengan sebuah tetasan airmata.
Hanya perlu waktu semenit untuk menaksir seseorang
Sejam untuk menyukai seseorang
sehari untuk mencintai seseorang tetapi
diperlukann waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Rabu, 25 Maret 2015
Sabtu, 21 Desember 2013
Keajaiban Doa IBU
Kekuata do'a seorang ibu - Pada suatu ketika, Musa A.S bertanya kepada Allah Azza wa Jalla, “Ya Allah, siapa yang akan menjadi sahabatku di surga?”
Allah menjawab “Seorang tukang daging.”
Musa pun terkejut mendengarnya! “Kenapa seorang tukang daging menjadi sahabatku di surga?”
Kemudian dia bertanya kepada Allah “Dimana aku bisa menemukan orang ini?”
Allah memberitahunya bahwa orang ini ada di tempat demikian dan
demikian. Dan Musa A.S. pergi menemui tukang daging ini. Sesampainya
disana, ternyata dia sedang memotong daging dagangannya. Musa A.S.
berpikir “Apa yang begitu spesial tentang orang ini?” Ketika senja tiba
dan dia selesai menjual daging-dagingnya, pria ini memungut sepotong
daging dan membawanya pulang.
Musa A.S. mulai mengikuti pria ini sampai ke rumahnya dan berkata
padanya “Aku seorang pengelana. Akankah kau menerimaku sebagai tamu?”
Orang itu berkata “Silahkan masuk.”
Jadi dia mempersilahkan Musa A.S. ke dalam rumahnya, dan Musa A.S.mulai
mengamati pria ini. Dia melihat pria ini mengambil sepotong daging yang
dia bawa, kemudian mencuci dan memotongnya, memasaknya, dan
menempatkannya di atas piring.
Dan dari rak yang tinggi di ruangan itu, dia mengambil sebuah keranjang
dan menurunkannya. Kemudian dia mengambil kain yang basah, dan dari
dalam keranjang itu ternyata ada seorang wanita tua. Kemudian dia
menggendong wanita tua itu, bagaikan seseorang menggendong bayi.
Kemudian dia mengambil daging yang telah dimasaknya, dan menyuapi wanita
tua itu (dalam riwayat yang lain dikatakan dia mengunyah dagingnya baru
menyuapi wanita tua itu).
Dan setiap kali wanita itu selesai mengunyah, dia mengambil kain yang
basah dan menyeka bersih mulut wanita itu, begitu seterusnya. Ketika
makanannya sudah habis, dia membersihkan mulut wanita itu, menaruhnya
kembali ke dalam keranjang, dan menaruh keranjang itu kembali di rak
yang tinggi.
Musa A.S. menyadari bahwa setiap kali pria itu menyuapinya, wanita itu membisikinya sesuatu.
Jadi dia bertanya padanya "Siapakah wanita tua itu dan apa yang dibisikkannya padamu, saudaraku?"
Pria itu berkata “Dia ibuku. Aku sangat miskin sehingga tidak dapat
membeli makanan untuk dimasak di rumah. Jadi aku mengambil sisa-sisa
daging di tempat kerja dan membawanya ke rumah untuk dimasak Dan karena
ibuku sangat tua dan lemah, sedangkan aku tidak punya uang untuk membeli
budak/pembantu, jadi aku melakukannya seorang diri.”
Kemudian Musa A.S. bertanya “Jadi apa yang dibisikkannya kepadamu setiap kali kau menyuapinya?”
Pria itu berkata “Dia berdo’a untukku: ‘Ya Allah, jadikan anakku menjadi sahabat Musa di surga.’"
Subhanallah, karena do’a dari ibunya, maka Allah mengabulkannya. Inilah kekuatan do’a seorang ibu.
Kamis, 19 Desember 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

